Menikmati sajian menu yang tersedia, lengkap dengan nuansa Jawa yang kental, jadi daya tarik tersendiri Segoro Madu.

Balutan tata ruang jawa kuno terasa menyapa. Mulai dari tempat parkir alunan musik dangdut terdengar, belum lagi memasuki ruangan resto yang yang terletak di Jalan Veteran 231 Gresik itu kita akan dibikin betah, dengan nuansa artistik interior khas jawa.

Sementara di dalam ruangannya terpampang 10 lukisan bergambar pemandangan alam yang terpajang rapi di dinding ruangan. Sehingga pengunjung di resto ini sambil menanti menu yang dipesan, dapat santai memandangi lukisan-lukisan yang terpajang.

Dari sekian banyak lukisan yang terpajang, pihak pengelola resto Segoro Madu juga melayani bagi yang berminat untuk membelinya. “Kami sengaja tidak sekedar memfungsikan semua perabot bisa dijadikan pemanis ruang, namun bisa juga untuk dikomersilkan dan digunakan sebagaimana fungsinya,” ujar Arifin, Manager resto Segoro Madu pada EastJava Traveler.

Kekhasan jawa lainnya terlihat dari perabot singgah yang terbuat dari bahan baku bambu dan besek, layaknya saung di sebuah perkampungan jawa. Saung itu ditata apik. Setiap saungnya terdiri dari satu meja berbahan dasar kayu jati berbentuk persegi. Bahkan uniknya dari setiap saung terdapat alat kentungan, seperti di pos ronda yang ada di perkampungan. Kentungan ini digunakan bagi pembeli untuk memanggil pelayan resto.

Di Segoro Madu sendiri telah tersedia sebanyak 18 saung, dan juga tersedia beberapa meja persegi yang terdiri dari empat buah kursi. Jadi seluruhnya restoran ini bisa menampung 500 orang. Sehingga pengunjung tak perlu lagi khawatir tidak mendapatkan tempat.

Citarasa Andalan
Ayam goreng dan gurami asam manis segoro madu tersaji dengan rasa yang begitu khas. Kekhasan menu ini terasa dari koyah yang terbuat dari adonan tepung terigu, lalu digoreng kering dan renyah. Hingga berbentuk bagaikan rempeyek. Setelah itu ayam atau gurami itu tersaji lengkap dengan sambal bajak serta lalapannya.

Andi, chef Segoro Madu mengakui dua menu itu paling banyak dipesan dan memang dijadikan sebagai menu utama resto Segoro Madu. “Kami mengandalkan gurami dan ayam goreng Segoro Madu, karena banyak yang cocok dengan bumbu khas menu ini,” akunya.

Selain dua menu andalan itu, resto Segoro Madu juga menyediakan beberapa menu laut (seafood). Seperti cumi-cumi asam manis, gurami asam manis, mujaer laut goreng, serta beberapa menu ikan laut lainnya.

Untuk gurami asam manis Segoro Madu, menu ini juga salah satu kategori menu andalan restoran ini. Ikan gurami seberat 7 ons disajikan dengan saus kental berwarna merah. Saus ini tersaji secara menarik dengan pemanis sajian yang ditambah taburan bawang bombai yang diiris tipis memanjang.

Langganan Pebisnis
Resto Segoro Madu Gresik boleh dibilang masih baru, dari keterangan pihak pengelola tempat ini telah resmi dibuka pada 21 Juni 2005 lalu.

Guna lebih melebarkan nama, pemilik tempat makan ini telah membuka tiga cabang lainnya, dengan nama restoran yang berbeda-beda. Antara lain, rumah makan Rejoyo di Mojosari, rumah makan Kebon Pring di Krian, serta rumah makan Ikan Bakar Kebon Pring di Surabaya. “Dari tiga cabang itu menu-menunya pun sama juga, namun untuk pusat kita di rumah makan Rejoyo Mojosari,” kata Arifin.

Mengenai sisi pengunjungnya menurut penjelasan Arifin, resto yang buka setiap hari, mulai pukul 08.00 wib hingga 23.00 wib ini banyak diminati oleh kalangan pebisnis. Bahkan, restotan ini sering dipesan untuk acara seminar dan rapat para pebisnis, yang rata-rata mereka ingin sekaligus makan siang.

“Sering sekali kami menerima pesanan tempat untuk seminar dan rapat, karena kebetulan restoran ini berada di kawasan industri Gresik,” tambah pria asli Bojonegoro ini.

Naskah : andrian saputri | foto : wt atmojo