Sebagai wujud rasa syukur atas berkah hasil laut, warga Bluru Kidul, Sidoarjo, yang kebanyakan berprofesi sebagai nelayan kerang kembali menggelar Nyadran, Minggu (3/02) pagi.

Nyadran, even tahunan yang kembali diadakan di tahun ini, merupakan bagian dari wujud syukur masyarakat setempat yang sehari-hari berprofesi sebagai nelayan. “Di sini warganya banyak yang melaut, hasil laut tangkapannya pun bermacam-macam. Namun, paling banyak bagi nelayan di sini adalah kerang laut,” jelas Lukman, Ketua Panitia Nyadran tahun ini pada EastJava Traveler.

Karenanya, lanjut Lukman, setahun sekali warga mengadakan Nyadran atau sedekah bumi nelayan di sini. Nyadran sendiri merupakan ungkapan rasa syukur atas hasil laut nelayan, serta memohon keselamatan pada Sang Kuasa dalam mengarungi lautan.

Tak salah bila dalam setiap pelaksanaan Nyadran, warga di Bluru Kidul, beberapa hari sebelum dimulai acara mulai sibuk dengan persiapan masing-masing. Ada yang membuat dan menghias sesajian yang akan dilabuhkan ke lautan, adapula yang mulai memasang spanduk, bendera, dan sound system, adapula yang mulai menghias perahu miliknya, dan masih banyak lainnya.

Dalam kegiatan Nyadran, setelah prosesi pemberangkatan, beberapa perahu bergerak menuju ke arah laut, namun sebelum sampai ke laut mereka singgah ke Pulau Kepetingan. Karena di pulau terpisah dan hanya dapat diakses menggunakan perahu itu terdapat makam Dewi Sekardadu. Dewi ini dipercaya masyarakat Sidoarjo sebagai penguasa lautan di kabupaten ini.

naskah/foto : m.ridlo’i