Salah satu dari rangkaian dari Cross Culture Festival 2010 (CCF 2010) yang paling dinanti ialah Festival Tarian Yosakoi dan Remo, kolaborasi seni ini berlangsung di halaman Taman Bungkul, Kemarin (18/07) siang. Sekitar 2500 penonton memadati taman bungkul untuk melihat lebih dekat tarian yang berasal dari Jepang tersebut.

Festival Yosakoi ini di ikuti sejumlah 39 kelompok tari. Para peserta tari yosakoi yang turut meramaikan event yang ke enam kalinya ini datang dari berbagai kota yang ada di indonesia seperti Lampung, Malang, Kalimantan, Jakart, Bali  tidak ketinggalan  beberapa SMK serta SMU dan Universitas di Surabaya turut serta membawakan tarian yang berasal  Jepang.

Mereka terdiri dari tingkat anak-anak dan dewasa. Mereka yang tampil juga mengenakan busana yang menarik mulai dari costplay hingga busana batik serta  riasan penari remo. Seperti salah satu penampilan dari peserta dari SMAN 2 dan Universitas Airlangga Surabaya yang mengenakan busana Jepang.

Penilaian dewan juri pada festival Yosakoi ini di dasarkan pada aspek keserasian tarian dan pemakaian kostum. Namun, Senyum penari juga menjadi satu pilihan penilaian. Ayako menuturkan, bahwa sebenarnya tari Yosakoi tersebut seharusnya memang dibawakan dengan wajah yang ceria. “Tidak boleh cemberut dan tegang,” tegas Ayako Masuda Kepala Bagian Kebudayaan Konjen Jepang.

Ayako menambahkan, gerakan kontestan asal Surabaya, Bali, Jogjakarta, dan Jakarta kemarin cukup lentur. Dirinya juga mengakui kagum saat melihat penampilan gerakan leher setiap penari. “Perpaduan nya sangat indah,” ucapnya pada EastJavaTraveler.com. (naskah/foto: dhimas prasaja)