Emha Ainun Nadjib ingin mengulang sukses pentas musik-puisi seperti yang pernah dibawakan di Surabaya, 30 tahun lalu. Ketika itu, dia tampil bersama Kelompok Musik Dinasti dan menjadi tonggak kepeloporan bentuk pemanggungan musik-puisi di tanah air, yang sebelumnya pada era 1970-an belum pernah dikreasikan.

Kali ini Budayawan asal Kota Jombang, Jawa Timur, yang akrab disapa Cak Nun itu telah mempersiapkan pagelaran musik-puisi berjudul ‘Presiden Balkadaba’. Rencananya pertunjukan jenis puisi bertutur dengan iringan musik ini akan dipentaskan di Gedung Utama Balai Pemuda, Jl. Gubernur Suryo 15 Surabaya, selama dua hari, 9 – 10 Juni 2009. Ditiketkan beragam dari harga Rp. 100 ribu untuk kelas VIP A, Rp. 75 Ribu (VIP B) dan Rp. 35 ribu (kelas Festival).

Dikisahkan, Balkadaba adalah salah satu binatang yang ikut serta masuk dalam rombongan perahu Nabi Nuh untuk berlindung dari banjir besar akibat pencairan kutup selatan yang kemudian mengubah dataran sangat luas dari timur Afrika hingga Papua menjadi archipelago atau kumpulan ribuan pulau-pulau.

“Iblis, makhluk tuhan yang sangat dahsyat kekuatan dan kemampuannya, serta yang penuh rahasia dan kontraversi tugas-tugasnya, diam-diam menyelundupkan dirinya ikut masuk ke perahu Nabi Nuh dengan ‘gandholan’ di ekornya Balkadaba,” terang Cak Nun.

Lewat pentas musik-puisi ‘Presiden Balkadaba’ ini Cak Nun menghimbau agar Presiden dan pemimpin masyarakat perlu waspada karena iblis bisa nggandhol di ekor kekuasaan mereka. “Iblis menjadi partner ujian mental dan moral bagi mereka dan kalau kalah akibatnya adalah kesengsaraan rakyat yang tiada akhir,” jelasnya.

Diakui Cak Nun, pemilihan tema pentas ‘Presiden Balkadaba’ ini dikaitkan dengan momen Pileg yang baru saja berlalu serta Pilpres yang akan berlangsung bulan Juli mendatang dan sedang ramai dibicarakan. “Kita ini rakyat dan warganegara yang selalu belajar sehingga tidak berekspresi apapun kecuali untuk proses pembelajaran, respon dan partisipatori terhadap hajatan bangsa yang biayanya besar-besaran seperti Pileg dan Pilpres,” katanya. Apalagi, imbuh Cak Nun, kedua pemilu nasional itu ditempuh oleh bangsa Indonesia dengan total money politic yang secara tak tertulis disepakati bersama secara nasional.

“Politik uang yang bisa dikatakan berlangsung hampir total dilaksanakan oleh hampir seluruh peserta dan diterima oleh hampir seluruh rakyat itu harus kita catat sebagai rekor prestasi terbesar tingkat dunia yang tidak pernah dicapai oleh bangsa manapun di dunia. Rekor moral, rekor jumlah uang, rekor kedamaian dalam lalu lintas bagi-bagi uang,” ungkapnya.

Pagelaran puisi-musik “Presiden Balkadaba” ini diselenggarakan atas kerjasama Dewan Kesenian Surabaya dan Forum Bangbang Wetan. Informasi pemesanan tiket dapat diperoleh melalui nomor telepon (031) 5313372, 72747294, 72151221, 08123093765 (Surabaya). Atau di Kota Sidoarjo dapat menghubungi (031) 70137541. Untuk Mojokerto di nomor (0321) 7299067 dan di Kota Tuban 081335739954. Khusus untuk pembelian tiket kelas VIP A dan VIP B akan mendapatkan gratis album CD Kiai Kanjeng terbaru.