Di kalangan pegiat seni budaya, wartawan, dan pebisnis Jawa Timur, nama Ina Silas dikenal sebagai sosok yang selalu aktif dan perduli. Selain banyak terlibat dalam beberapa event seni dan budaya di Surabaya, General Manager House of Sampoerna ini juga beberapa kali terlibat dalam aktifitas budaya di luar Surabaya bahkan di luar negeri.

Di tengah kesibukannya yang padat, Ina mesti ekstra hati-hati dalam manajemen waktu. Khususnya saat membagi waktu antara karir dan keluarga. “Tidak mudah memang mengatur waktu antara karir, ibu dan istri. Namun dukungan suami, anak dan tempat kerja memungkinkan saya melakukan ketiga hal tersebut tanpa harus menelantarkan salah satunya,” kata Ina.

Perusahaan dimana ia bekerja, kebetulan sangat mendukung konsep work life balance, baik untuk karyawan perempuan maupun pria. Meski tak merayakan hari ibu secara khusus, Ina mengaku, sosok ibu memiliki arti yang luar biasa. “Setiap individu lahir dari seorang ibu. Karena itu secara natural akan tumbuh ikatan yang kuat dengan sang ibu,” katanya.

Sejak dulu hingga kini, di tengah aktifitasnya membantu mengembangkan Museum bekerjasama dengan berbagai instansi, Ina terus menjaga komunikasi dengan anak-anaknya. “Sejak masih sekolah dasar, anak-anak sudah saya ajak bicara. Jadi anak-anak tidak pernah meminta agar saya berhenti bekerja. Namun tetap ada kondisi yang mereka berikan, yaitu tidak bekerja di luar kota agar bisa tetap dekat. Yang masih mungkin saya turuti,” tukasnya.

Setelah anak-anak cukup besar untuk memahami, Ina menjelaskan pekerjaannya pada anak-anak. “Khususnya tujuan saya bekerja, sehingga tidak ada salah persepsi dari anak-anak. Karena itu saya bersyukur tidak pernah menghadapi masalah pelik dalam menjalankan pekerjaan saya di kantor, rumah dan masyarakat,” kata Ina lagi.

hendro d. laksono | eastjavatraveler.com