Fajar yang baru saja menyingsing dari ufuk timur membuka panorama lain dari perairan di Kabupaten Situbondo, salah satu Kabupaten paling timur di Propinsi Jawa Timur. Lekuk pantai berpasir putih, laut yang tenang dan langit biru dengan awan sehalus kapas menyembunyikan sesuatu yang membuat hati bertanya-tanya.

Lelahnya perjalanan selama 7 jam dari Surabaya lantas menghapus pikiran. Mata tertuju tajam pada keanggunan alam bahari yang menyeruak di balik rimba hutan alami Taman Nasional Baluran. Tepat dibibir pantai, seorang wanita muda memandangi horizon laut yang diselimuti awan lembut. Sejenak ia mengusap mata yang masih belum genap terpejam dari alam mimpi, lalu tak lama kemudian tersenyum melihat terik sinar surya perlahan menerangi laut di hadapnya.

“Matahari sudah muncul, ayo ikut turun, lihat alam lain yang ada dibawah,” serunya dengan semangat menggebu. Lalu, tak ragu lagi, hati kecil tlah menduga-duga, pasti ada alam indah yang tersembunyi di air laut yang tenang ini. Tak lama, Malla, sapaan akrab wanita muda itu datang dengan menenteng peralatan selam. Wajahnya yang bersemangat untuk menunjukkan rahasia laut tenang ini semakin tak sabar.

”Dia adalah peminat konservasi terumbu karang asal Kota Bogor, namanya Amalla Rainita,” kata Yudi seorang polisi Hutan Baluran. Ia tengah meneliti karang di perairan Baluran beberapa bulan ini. Dia mengakui pertumbuhan dari coral di wilayah sekitaran Bama berbeda dari wilayah lain yang pernah ia singgahi di Indonesia. Apakah yang berbeda?

”Pertumbuhan normal karang jenis Acropora normalnya adalah 1 – 3 Cm dalam 8 bulan sejak transplantasi, namun di perairan Baluran ini berbeda, hal tersebut dipengaruhi oleh sedimentasi pantainya yang rendah dan berada di arus yang sedang,” jawab Malla sembari mengecek tabung selamnya.

Terumbu karang yang hidup di area ini di dominasi oleh jenis karang Acropora dan gugusan coral otak. Jenis karang Acropora termasuk dalam jenis karang yang memiliki pertumbuhan cepat. Tranplantasi yang di lakukan oleh para peminat terumbu karang dan mangrove di kawasan konservasi ini hanya butuh waktu 8 bulan saja dengan hasil pertumbuhan 3 – 5 Cm. Tak hanya terumbu karangnya yang tersimpan alami, ikan laut yang memiliki ketergantungan pada coral itu juga nampak terlihat

Ya, perairan Baluran adalah kawasan konservasi terumbu karang dan mangrove yang masih benar-benar alami di garis pantai sepanjang 41 Km yang terletak di zona perairan seluas 1.063 Ha dari Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur. Spot yang dianjurkan untuk menikmati panorama bahari adalah di Bama, selain fasilitas wisata yang tersedia, kantor Balai Taman Nasional juga ada disini untuk sekedar mendapatkan panduan dan informasi mengenai Baluran.

Gugusan karang di sini dapat dinikmati dengan snorkeling atau diving (menyelam) karena lokasinya tak jauh dari bibir pantai, sekitar 200 sampai 400 meter saja dengan kedalaman 3 – 5 meter di areal padang lamun hingga ke tubir atau palung laut (cekungan ke bawah dengan kedalaman mencapai 15 – 20 meter).

Ekosistem alam yang masih terjaga, seperti hutan pantai dan mangrove yang subur membentang di sepanjang garis pantai menjadi pendukung utama hidupnya terumbu karang di sekitaran pantai. Adanya ekosistem bawah laut ini agaknya menjadi alternatif wisata tersendiri bagi penikmat keindahan alam bawah laut di Propinsi Jawa Timur.

Menuju Lokasi

Jika berangkat dari Kota Surabaya memakai mobil, jalan mudah adalah menyusuri jalur pantai utara arah timur hingga masuk ke wilayah perbatasan Kabupaten Situbondo dengan Banyuwangi. Perairan Baluran ada di dalam areal Taman Nasional Baluran, tepatnya di Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Masuk ke gerbang utama TN Baluran, disini pengunjung harus melalui visitor center untuk membayar tiket masuk dengan tarif Rp 2.500 untuk domestik, Rp 20.000 untuk mancanegara, jika memakai mobil dikenakan tarif Rp 6.000 per kendaraan. Setelah itu, masuk ke arah utara 12 KM, kemudian melewati pos penjagaan berbelok ke arah timur sejauh 3 KM melewati padang savana.

Untuk wisatawan dianjurkan beristirahat di Pantai Bama karena beberapa fasilitas dan kantor Balai Taman Nasional ada di kawasan ini. Fasilitas penginapan disini hanya ada 2 cottage atau wisma dengan tarif 350 ribu rupiah per malam, soal makanan dan minuman juga tersedia cafetaria. Untuk snorkeling, wisatawan cukup merogoh uang sebesar 35 ribu rupiah saja. Bagi yang tak pandai berenang, Glass Bottom Boat dengan kaca dibawahnya siap mengangkut penumpang untuk menikmati dan mengabadikan panorama bawah laut.

Wisatawan juga dapat menanyakan informasi mengenai TN Baluran dan perairannya kepada para pemandu wisata disana maupun polisi hutan, jadi berwisata akan lebih mudah di perairan Baluran.

naskah : frannoto | foto : nurdin razak, frannoto