Untuk pertama kalinya, digelar Suroboyofest di Parkir Timur Plaza Surabaya pada 15-17 Mei 2015. Event yang termasuk dalam rangkaian acara peringatan ulang tahun Kota Surabaya yang ke-722 ini, mengangkat tema Let’s Unite Cuk!

Syamsul Qomar, Business Development Director Agenda Kota, mengatakan tema Let’s Unite Cuk! dipilih karena Suroboyofest memang didesain untuk menyatukan berbagai komunitas dan pelaku bisnis online di Kota Surabaya.

“Niat itu muncul karena sebenarnya banyak sekali komunitas dan pelaku bisnis online yang ada di Surabaya, tetapi mereka masih berjalan sendiri-sendiri,” ujar Syamsul. Setelah pihak penyelenggara memberikan undangan bagi para pelaku bisnis online dan komunitas yang ada, respon yang datang menurut Syamsul luar biasa.

Sedangkan kendala yang dihadapi, menurut Syamsul adalah waktu persiapan yang mepet. Ia dan teman-teman hanya memiliki persiapan sekitar 2 bulan sebelum pembukaan Suroboyofest. Tetapi menurutnya, antusiasme yang luar biasa dari pengunjung membuatnya sangat senang. Hal itu sekaligus akan menjadi pemicu semangat untuk meningkatkan kualitas Suroboyofest tahun depan. “Tentu kami sangat ingin menggelar Suroboyofest 2016,” tegasnya bersemangat.

ejt-sbyfestIMG_9160Imam Faisal, pendiri Owl City of Heroes, mengatakan pihaknya sangat senang bisa turut berpartisipasi pada Suruboyofest. Menurutnya animo pengunjung yang datang sangat luar biasa, bahkan di atas ekspektasinya dan kawan-kawan. Hanya untuk event tahun depan, ia berharap penataan booth lebih baik sehingga burung hantu yang mereka bawa tidak kepanasan.

Sedangkan Imam, koordinator JB43; live sketch & caricature, berharap alur penonton untuk Suroboyofest berikutnya bisa lebih teratur, sehingga tidak lagi menimbulkan kemacetan. Tetapi ia dan teman-teman pun senang bisa melakukan promosi dengan antusiasme yang baik dari masyarakat Surabaya.

Berbagai acara yang ada di dalam Suroboyofest seperti kompetisi cheerleader, kompetisi rc monster, kompetisi band rock, kompetisi die cast custom, ITS jazz, stand up comedy Surabaya, workshop dari Save Street Child, workshop dari Zalora Indonesia, workshop foto levitasi oleh Junanto Herdiawan, workshop seputar kopi bersama Odi Anindito (owner Coffee Toffee Indonesia), parade dan sirkus dari Surabaya Night Carnival, serta Mlayu Heritage.

Antusiasme pengunjung pun sangat besar untuk datang ke Suroboyofest. Misalnya Fahmi Septia yang datang bersama kekasihnya. Menurutnya berbagai acara dan booth yang ada memang menarik. Tetapi ia mengeluhkan tentang alur jalan pengunjung yang belum terorganisir dengan baik, sehingga menimbulkan kemacetan. Harapan yang sama juga diungkapkan oleh Sutoyo yang datang bersama anggota keluarganya.

“Acaranya menarik sekali. Tetapi harapan saya tahun berikutnya alur jalan pengunjung lebih ditata supaya tidak macet,” ujar Sutoyo.

naskah dan foto : jonif lintang