Melengkapi rangkaian acara Festival Printemps Français di Indonesia, Institute Français Indonesia (IFI) mengajak pasangan seniman Agus Koecink dan Jenny Lee untuk memamerkan 25 karyanya, sebagai oleh-oleh selama residensi seni di Museum Sejarah Alam Rouen, Prancis.

Pameran seni rupa ini berlangsung tujuh hari, mulai 20-27 Mei nanti di Gallery AJBS Surabaya dengan tema Rouen Je T’aime. Secara keseluruhan, karya dua seniman asal Surabaya ini merupakan hasil imajinasi saat melalui proses sentuhan langsung dengan masyarakat Rouen.

Salah satu sentuhan tersebut terlihat pada lukisan berjudul ‘Sembahyang’ oleh Agus Koecink yang bertemakan Katedral Rouen sebagai latar dan beberapa orang yag sedang duduk didepannya. Jenny Lee menceritakan kisah dibalik lukisan tersebut, menurutnya katedral tersebut sangat indah dan dikunjungi banyak turis. “Selain untuk ibadah, Katedral Rouen dibuka untuk umum. Banyak sekali turis kesana,” tutur perempuan yang memakai setelan baju berwarna putih dengan corak hitam ini mewakili suaminya.

Sementara suasana kota Rouen digambarkan melaui lukisan Agus dengan latar restoran atau cafe, seperti lukisan yang berjudul ‘Pesta Wine’, nampak dua orang dalam satu meja sedang mengangkat gelasnya. Selain itu, Agus juga melukis dua wajah perempuan yang berbeda dengan judul Gadis Rouen #1 dan Gadis Rouen #2.

pameran-ifi5Saat ditanya tim eastjavatraveler.com mengenai dua lukisan tersebut, Agus menjelaskan keinginannya untuk melukiskan kecantikan para perempuan Rouen. “Keunikan terlihat para perempuan di sana. Tak peduli mau naik angkutan umum atau mau jalan kaki sekalipun, mereka selalu terlihat modis,” jelasnya laki-laki berkacamata ini.

Mengusung tema yang sama, Jenny Lee meramaikan pameran seni rupa dengan keramik berbagai bentuk buatannya. Di lantai dasar, dipajang puluhan keramik berbentuk burung berwarna merah muda. Burung-burung berwajah manusia itu diletakkan sesuai garis menyerupai rute jalan kota Rouen.

Di lantai dua, anda akan mendapati hiasan keramik lain dengan konsep perpaduan Perancis dan Indonesia. Misalnya saja, lima boneka dengan pakaian adat suku Normandi yang di letakkan dalam kotak berlapis kain batik. Juga empat perempuan Rouen yang dibentuk meyerupai boneka pewayangan, lengkap dengan pelepah pisang sebagai penyangga.

Selain bertujuan untuk saling mengenal antar budaya, duet karya Agus Koecink dan Jenny Lee menjadi padu-padan yang saling melengkapi, mengajak anda yang belum pernah menginjakkan kaki di Rouen, Prancis untuk ikut serta merasakan suasanannya.

naskah : pipit maulidiya | foto : farid rusly