Sejumlah 150 foto bangunan serta sudut kota lama Surabaya terangkum apik dalam pameran bertema Wadjah Lama Soerabaia. Foto foto tersebut hadir menghiasi Graha Wismilak, Jalan Dr Soetomo, mulai 19 hingga 25 Nopember 2010 mendatang.

Koleksi foto-foto yang menggambarkan keadaan Surabaya pada tahun 1890 hingga 1940 itu merupakan koleksi milik Said Faisal Basymeleh. “Dari sekian banyak foto foto ini saya dapatkan saat saya berkunjung di salah satu toko yang bernama Antique Shop di Kota Leiden, Den Hag dan Rotterdam, Belanda,” kata Said di sela acara pembukaan pameran foto.

Dalam acara pembukaan pameran tersebut (18/11), siang, juga hadir Wakil Gubernur Jawa Timur Syaiffulah Yusuf (Gus Ipul), Eddy Samson (Von Faber Cagar Budaya) serta Freddy H. Istanto (Heritage Surabaya) dan juga Oei Hwim Hei.

Said menambahkan bahwa dirinya sangat bangga menjadi arek Suroboyo. “Saya bangga sekali dengan menghadirkan foto ini, semoga ini bisa mengobati kerinduan warga Surabaya terhadap kondisi Surabaya Tempo Dulu,” ujar pria yang juga mengakui memiliki 2000 foto Surabaya Tempo Dulu.

Beberapa foto yang unik dapat kita lihat. Seperti yang terekam dalam beberapa foto karya H. Van Ingen yang merekam suasana Kembang Jepun ditahun 1932. Juga ada foto yang menggambarkan pasar Bong ditahun 1912.

Penyajian tata letak di Graha Wismilak seakan membawa Anda pada suasana rute kecil sebuah perjalanan keliling Kota Surabaya. Dimulai dari Area Pelabuhan Tanjung Perak, menuju Sungai Kalimas hingga Jembatan Merah lalu Kembang Jepun, Kampung China diantaranya Slompretan, Songoyudan, Bongkaran, Karet lalu memasuki Kampung Arab hingga menuju Jalan Tunjungan dan dilanjutkan ke Jalan Pahlawan, Pasar Besar , Simpang, Gubeng, hingga Jalan Darmo dan akan berakhir di Wonokromo. Kehadiran beberapa burung kenari menambah Susana seakan pada saat Surabaya Pada Tempo Dulu. (naskah/foto: dhimas)