Setelah berhasil menebus pasar Malaysia dan Singapura, minuman Isotonik 100 Plus kini hadir di Indonesia. Diawali dengan peluncuran di

Jakarta pada Rabu (28/6) lalu, berikutnya giliran di Surabaya, tepatnya di Rumah Makan Hallo, Surabaya pada Rabu (4/8) sore tadi. 100 Plus merupakan minuman isotonik yang awalnya diproduksi di Singapura pada tahun 1983.

Dalam launching 100 Plus ini dihadiri relasi dari seperti PT. Polari Limunusainti (Tempo Group) dimana merupakan lisensi merek serta salah satu distributor 100 Plus.

100 Plus merupakan salah satu pilihan dari minuman terbaik yang ada di pasaranya. Hadirnya minuman ini karena terdapat fakta bahwa banyak orang Indonesia yang menerapkan gaya hidup sehat serta banyaknya masyarakat menggunakan sepeda untuk rekreasi dan hal ini sangat pas rasanya jika ditemani 100 Plus.

Tanty Indrawaty, Direktur PT. Polari Limunusainti mengatakan,”Setiap kegiatan dalam kehidupan sehari hari memang hampir sama dengan olahraga, tanpa kita sadari hal tersebut,” ujarnya di sela sela acara.

Maka dari itu 100 Plus memilih moto ‘Out do Yourself’ karena memang kegiatan sehari hari kita pastinya akan menguras cairan yang ada dalam tubuh kita. “maka dari itu minuman isotonik merupakan salah satu produk pilihan terbaru bagi masyarakat jika terasa letih mereka akan lebih memilih air putih atau 100plus ini,”kata Agus Prihantoro National Sales Manager, PT. polari Limunusainti jelasnya kepada wartawan.

Menurutnya memang tidak dikhususkan bagi mereka yang suka berolahraga saja. “Namun tidak menutup kemungkinan orang yang sedang berpergian jauh rasanya sangat pas jika membawa bekal 100plus ini,” imbuhnya.

Kombinasi yang terdapat dalam 100 Plus ini antara lain karbohidrat, elektronik (mineral yang hilang karena keringat) dan air dilengkapi pula dengan ‘light carbonation’ yang dapat memberikan efek rasa segar yang sensasional dan sebagi rasa penghilang dahaga. Minuman isotonik berkarbonasi 100 Plus ini sudah tersedia di pasar pada tanggal 28 Juni 2010 dan bisa didapatkan dengan harga Rp. 4 ribu per kalengnya.

naskah dan foto : dhimas prasaja