Larut dalam suasana tempat yang apik berkonsep outdoor sembari lidah terus merasakan sajian kuliner yang khas. Kunang-kunang, begitulah menyentuh selera Anda.

Berdiri enam tahun lalu saat konsep outdoor café belum menjadi trend, dan terus bertahan bahkan saat para pesaing sudah menggunakan konsep yang sama, Kunang-kunang seakan menjadi standart fine outdoor café bagi warga Surabaya.

Cafe ini Berhasil menyulap sempitnya sisa lahan di Club House Puri Matahari, Jalan HR. Muhammad 181, Surabaya, dari yang dulunya tempat parkir menjadi sebuah cafe unik dengan suasana santai menyegarkan, ditambah menu-menu pilihan yang nikmat di lidah, adalah keunggulan utama Kunang-Kunang.

Saat melangkah memasuki area cafe, pengunjung akan langsung disambut gemericik air yang turun di sepanjang dinding, menciptakan suasana yang begitu ayem. Langkah selanjutnya akan membawa kita ke atas lorong dengan sungai buatan mengalir tepat di bawah kaki kita. Lorong bertema jungle ini dijamin sudah berhasil menggiring suasana hati pengunjung menjadi lebih rileks.

Di area utama pengunjung dapat memilih, mau menyantap hidangan di dalam teras tepat di depan dapur, atau duduk di bawah payung-payung dengan meja bulat dan kursi melingkar di antara batang-batang pohon trembesi raksasa. Jika memilih duduk di dalam, nikmatilah sensasi makan sambil menyaksikan cheff bekerja membuat dessert pesanan Anda.

“Kami termasuk yang pertama kali menggunakan desain kaca sebagai dinding dapur. Ini dimaksud agar pengunjung bisa menyaksikan sendiri kehigenisan dalam proses koki kami bekerja,” tutur Peggy Donnaclara, Manajer Club House Puri Matahari yang membawahi manajemen Kunang-Kunang.

Perpaduan Rasa
Puas mengagumi landscape Kunang-kunang, saatnya Anda memesan santapan. Dari deretan masakan lokal pada daftar menu, Peggy menyebut Spicy Brased Oxtel sebagai menu andalan di sini. Tidak perlu tertipu nama, menu ini sebenarnya adalah daging buntut sapi yang dimasak tumis dengan bumbu pedas. Cheff Kunang-kunang berhasil menyajikan daging sangat lembut dengan saos pedas yang kental, serta sedikit sensasi asam-asin pada menu seharga Rp 48 ribu ini. Piring Brased Oxtel masih diperindah dengan krupuk asli Madura, potongan tomat serta irisan kecil cabe dan paprika yang ditabur di atas daging.

Dari luar citarasa Indonesia, ada Hot Stone yang menjadi andalan. Cobalah Australian Rib Eye yang dimasak dengan cara unik khas tradisional Indonesia Timur. Daging sapi segar langsung diletakan di atas batu yang dipanaskan dengan suhu tinggi, baru kemudian dioleskan tiga macam saos penggiring menu. Cara masak seperti ini memang tidak menghasilkan daging yang lembut. Serat daging sapi masih terasa dalam tiap gigitan. Tetapi aroma daging bakar yang keluar dari menu ini sangat menggugah selera. Itulah kelebihan Hot stone. Rogohan kocek Rp 100 ribu cukup membawa menu yang diletakan di atas nampan kayu besar ini ke hadapan Anda.
Memesan Hot stone otomatis membuat Anda mendapatkan off side menu yang bisa dipilih sendiri, mulai dari French Fries yang terkenal sampai semangkok daging kentang yang ditumbuk halus dan ditaburi potongan kecil daun sup, Mashed Potato.

Menemani hidangan Anda, pesanlah Surabaya Sunrise sebagai minuman pendamping. Nikmatnya dua rasa manis yang berbeda dari markisa di pantat gelas serta jambu merah diatasnya memunculkan sensasi tersendiri. Yang membuat nikmat, jambu merah pada gelas Surabaya Sunrise diolah lengkap dengan bijinya. Semakin indah minuman andalan ini dengan potongan buafa atau buah cerry pada bibir gelasnya.

Cobalah juga Manggo Pop untuk mendapatkan perpaduan rasa lebih kompleks. Jika sunrise hanya menggunakan dua ingredient, mango pop menggunakan kiwi, buafa dan tentunya mangga untuk menghasilkan rasa manis yang unik. Menu seharga Rp. 20.000 ini bukan satu-satunya yang unik. Banyak minuman unik lainnya yang dapat anda coba sendiri di Kunang-Kunang seperti smoothies yang disajikan dalam beberapa pilihan rasa. Harga minuman ini berkisar antara Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu saja.

Dengan sajian-sajian istimewa di atas, tidak mengherankan apabila Kunang-kunang banyak dikunjungi dari kalangan remaja hingga keluarga. “Segmen awal kami memang family, hanya saja dalam perkembangannya banyak juga anak muda yang kesini, apalagi sekarang sudah tersedia free WiFi,” terang Peggy.

Pengunjung dari luar apartemen menyaingi penghuni Puri Matahari sendiri yang kebanyakan adalah ekspatriat. Resto ini buka mulai pukul 11.00 Wib sampai 23.00 Wib pada hari biasa. Kecuali Sabtu dan Minggu tutup pukul 24.00 Wib, dan pada weekend itulah ada pertunjukan live band lokal dari Kota Surabaya sendiri.

arie rumihin | foto : heru kandari

Kunang-kunang Resto
Jalan HR Muhammad 181, Surabaya
Tlp (031) 7340800