Rek ayo rek, mlaku-mlaku nang Tunjungan. Rek ayo rek, rame-rame bebarengan.

Begitulah penggalan lirik lagu Rek Ayo Rek yang sarat nostalgia akan Jalan Tunjungan. Senada dengan lagu khas Suroboyoan ini, Festival Tunjungan hadir dan mengajak masyarakat untuk mlaku-mlaku (jalan-jalan) di sekitar jalan yang menjadi saksi sejarah Kota Pahlawan.

Festival ini dihelat selama dua hari, mulai dari Selasa (26/7) hingga Rabu (27/7), dan buka mulai pukul 6 hingga 9 malam. Selain untuk menyambut para delegasi peserta PrepCom 3 UN Habitat III dari seluruh dunia, acara ini juga merupakan ajang untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Surabaya.

Terdapat banyak stan yang menjajakan kuliner khas Suroboyoan, seperti rujak cingur, lontong balap, semanggi hingga bubur Madura dan es dawet. Ribuan pengunjung pun nampak padat berjalan-jalan juga menikmati jajanan yang tersedia.

Jalan Tunjungan yang kesehariannya padat oleh kendaraan bermotor disulap menjadi lebih cantik oleh berbagai kerlap kerlip lampu hingga lampion. Areanya sepanjang Gedung Siola hingga Hotel Majapahit. Jalan sepanjang satu kilometer ini telah ditutup dari jam empat sore.

Ribuan warga dari sekitar Surabaya, juga warga asing delegasi dari berbagai negara tumpah ruah di Jalan Tunjungan ini. Selain menikmati sajian kulier khas Suroboyoan, tersaji pula berbagai hiburan. Seperti live music, fashion on the street, hingga atraksi menguleg rujak cingur.

naskah : hilda meilisa rinanda
foto : mamuk ismuntoro | indonesiaimages.net