Fanatisme pada musik rock membawa mereka ke dunia yang dinamis. Tak puas memanjakan diri dengan obyek musikal, beberapa produk merchandise dilibas dan melengkapi kehidupan sehari-hari.

Cinta musik rock tak sekedar hafal seputar lirik musik atau penyanyinya, akan tetapi juga ada yang sudah pada tahapan memilki dan menggunakan aksesoris serta pernak pernik rock dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya seperti gelang rantai tengkorak, deker karet, anting, kalung bahkan sampai sepatu boot berhias metal atau logam dan tatoo.

Tidak mudah untuk mendapatkan aksesoris sepeti di atas yang memiliki ukuran sedang sampai besar, ataupun jaket berbahan kulit serta berhiaskan logam. Bahkan sampai DVD atau CD rock hingga PH (piringan hitam) pun rasanya di Indonesia tak mudah didapatnya.

Lagu rock memang sarat akan kritik sosial dan identik dengan kesan urakan bahkan brutal dengan dandanannya. Namun hal tersebut tak di setujui oleh Kartika Asianto Undoyoko. ”Filosofi rock memang keras dan tajam, iya seperti metal, tapi bagi saya rocker itu jangan sampai acuh dengan lingkungan sekitar,” kata pria yang kerap di sapa Dodon ini.

Sejak duduk di bangku SMA dirinya mengakui bahwa musik rock itu merasuk ke dalam dirinya. ”Bagi saya rock itu menginspirasi untuk lebih kuat dalam menghadapi kehidupan sehari-hari, filosofinya metal, keras dan tajam,” ungkap pria berprofesi kontraktor tersebut.

Dirinya lebih menyukai mengkoleksi DVD, CD serta slayer yang berlabel dan berikon Iron Maiden. Pria alumnus Institut Teknologi Surabaya (ITS) jurusan Teknik Sipil ini sangat bangga sekali bisa mendapatkan Topeng Eddie Iron Maiden tersebut, karena dirinya berada di urutan 13 dari 20 pemesan sedunia, topeng yang biasanya digunakan personel Iron Maiden.

Dodon mengakui hunting perangkat rock tersebut melalui media internet, bahkan dirinya juga harus rela berlama-lama hunting ke beberapa kota di luar negeri. Di mana ada band rock yang memang sedang mengadakan konser. ”Di Indonesia jarang ada band rock ternama konser di sini,” celetuknya.

Lebih dari 4000 CD serta 1000 DVD ia koleksi, mulai dari Black SaBbath, Judas Priest, Queen, Anthrax, Dream Theater, Led Zeppelin, Bon Jovi, dan dilihat dari aksesoriesnya semua merk kaosnya yang dimilikinya bergambar etengkorak (eddie) Iron Maiden asli buatan USA. ”Saya dapat kaos ini seharga hampir Rp 2,5 Juta, miniatur serta topeng eddie (logo Iron Maiden) saya beli total sampai Rp 5 Juta ke atas,” kata vokalis band RESI ini.

Ada kepuasan dan kebanggaan sendiri ketika menggunakan kaos maupun jaket (jeans) serta sepatu boots (junggle) nampak lebih macho. Ungkapan itulah yang terlontar dari pria yang juga pernah menjadi vokalis ROCKLAW (rock lawas).

Ada cincin tengkorak, gasper, sabuk serta beberapa kotak yang berisi sertifikat milik bebarapa band rock ternama dimilikinya. Contohnya seperti piringan hitam Kiss berukuran 12 serta 17 inch ia mendapatkannya harus rela ke Amerika. Tak hanya itu miniatur slash yang berukuran 20 CM dia mendapatkannya juga harus serching di website band GUN’s Roses dan itu sesuai dengan keinginan yang diinginkannya.

“Sekitar tahun 80’an banyak sekali pemuda yang mengusung gaya hidupnya dengan memakai atribut rock serta dengan jeans yang sobek lututnya uti merupakan salah satu ciri khas rock,” urai pria yang memiliki julukan BULAS (bujang lapuk Surabaya) ini.

Pria yang memiliki usaha di bidang event organizer ini juga mempunyai beberapa koleksi yang sempat ditawar hingga Rp 1 Milyar. Namun, dirinya tak akan pernah melepasnya. Lantaran baginya nilai ini tak sebanding dengan rasa cinta pada dunia rock yang sudah bertahun-tahun. (naskah/foto: dhimas p)