Memeriahkan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-67 yang diperingati setiap 12 OKtober, Pemerintah Provinsi Jatim bekerjasama dengan PT Debindo Mitra Tama menggelar acara Jatim Fair, mulai 5 Oktober hingga 14 Oktober 2012 di Grand City Mall Surabaya.

Di tahun sebelumnya kegiatan serupa berhasil mengumpulkan hasil transaksi user and buyer senilai Rp 45 Miliar, sedangkan pada Jatim Fair tahun ini panitia berharap dapat hasil transaksi yang ditargetkan adalah senilai Rp 50 miliar.

Direktur PT Debindo Mitra Tama, Dadan M Kushendarman mengatakan, target tersebut ada peningkatan dibanding acara yang sama pada tahun sebelumnya. Pada tahun 2010 acara pameran digelar bersama PT Hardayawidya Graha tercatat volume transaksi mencapai Rp33 miliar. Kemudian Tahun 2011 naik menjadi Rp45 miliar dan tahun ini ditarget menjadi Rp50 miliar.

“Tahun 2010 jumlah pengunjung pameran mencapai 155.000 orang. Kemudian 2011 naik menjadi 177.000 orang. Tahun 2012 ini ditargetkan naik menjadi 200.000 orang,” katanya pada pembukaan Jatim Fair, Jum’at (05/10) malam.

Jatim Fair kali ini merupakan tahun ketiga. Yang mana kinerja setiap even terus tumbuh, peserta yang terlibat pada tahun ini sebanyak 224 peserta dengan jumlah sekitar 562 stan. Tahun 2010 jumlah peserta sebanyak 212 dengan sekitar 504 stan dan pada tahun 2011 jumlah peserta 224 peserta dengan sekitar 542 stan.

Even ini, lanjutnya, merupakan pameran multi produk dengan luas area 15.000 meter persegi. Sejumlah peserta beragam, mulai dari pemerintahan hingga perusahaan berskala besar dan kecil.

“Ada 10 Provinsi yang ambil bagian di antaranya, Sumatra Utara, Bali, Yogyakarta, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara dan Jawa Barat,” tambahnya. Tak hanya itu, sejumlah peserta dari luar negeri juga turut ambil bagian, seperti, Amerika Serikat, China, Jepang, Belanda dan Polandia.

Sementara Gubernur Jatim Soekarwo, yang hadir membuka acara ini mengaku bangga dengan pameran Jatim Fair, yang merupakan pameran terbesar di Indonesia Timur ini. Menurutnya, dengan adanya pameran ini, diharapkan dapat mengangkat perekonomian masyarakat Jatim, baik melalui sektor UMKM maupun sektor industri lainnya. “Karena itu dengan target transaksi Rp 50 miliar saya berharap dapat tercapai, demi kemajuan perekonomian kita,” tukasnya.

naskah: m. ridlo’i | foto: farid rusly