Tak heran bila Kabupaten Lumajang dikenal sebagai Kota Pisang. Pasalnya, di Kabupaten yang terletak di sekitar lereng Gunung Semeru itu terdapat berbagai varietas pisang unggulan yang menjadi komoditas perkebunan yang diekspor ke seluruh Jawa Timur hingga Indonesia.

Beberapa diantaranya seperti pisang Agung, pisang Cavendis, dan pisang Emas Kirana adalah varietas pisang unggulan yang hanya ada di Kabupaten Lumajang. Faktor hawa pegunungan serta banyak kebun pisang berskala besar mendorong ekspor buah pisang di Lumajang menjadi yang paling dicari.

Salah satu varietas yang paling dicari adalah pisang Emas Kirana. Varietas pisang ini biasanya dipakai untuk hidangan tamu di meja makan, selain rasanya yang manis, tampilan pisang ini cukup cantik dan aroma yang menggoda selera. Para produsen pisang Emas Kirana di  Lumajang membagi jenis kategori kualitasnya. Untuk kualitas B, biasanya pisang disalurkan untuk dijual di pasar tradisional. Sedangkan untuk kualitas A, disalurkan ke distributor untuk kemudian dijual ke pasar swalayan di kota – kota besar di seluruh Jawa Timur hingga Indonesia.

Daerah Senduro, Pasrujambe dan Guci Alit merupakan daerah paling produktif menghasilkan varietas pisang Emas Kirana dan pisang Agung. Para kelompok tani di daerah tersebut selalu berekplorasi untuk membuat kualitas pisang Emas Kirana semakin baik. Prospek cerah komoditas dari Lumajang ini membuat pemerintah Kabupaten Lumajang menetapkan buah pisang sebagai komoditas unggulan dari Lumajang. “Untuk ekspor pada awal tahun 2011 saja sudah mencapai 350 ton per bulan, dan permintaan pasar itu lebih dari kisaran angka tersebut,” Ujar Lili Mukhtarom, S.P., M.M.A. Koordinator UPT Pertanian Kecamatan Senduro.

Pisang Emas Kirana menjadi buah khas Lumajang yang layak untuk diburu ketika melancong disana. Maka, jangan sampai tak membawa oleh – oleh pisang dan produk olahan lainnya yang terbuat dari pisang saat singgah di Lumajang. Olahan seperti keripik pisang, sale pisang dan masih banyak lagi patut untuk dibawa pulang sebagai buah tangan dari Kota Pisang.
naskah/foto : frannoto