Memperingati Hari Jadi Kota Surabaya ke-722, sebuah pertunjukan musik dan teater berjudul Semanggi Suroboyo digelar di Gedung Balai Budaya Surabaya, Sabtu (2/5). Pentas ini dibawakan dengan gemilang oleh Niel, Mr. Jack, Ipunk dari Power Metal, serta Teater ABC.

Semanggi Suroboyo banyak menampilkan lagu bertemakan kritik sosial. Hal itu tersirat lewat pilihan lagu yang dibawakan oleh para pengisi acara seperti misalnya lagu Bongkar, serta Condet. Sebelum memulai memainkan lantunan lagu pun, tidak jarang para musisi yang ikut berpartisipasi dalam Semanggi Suroboyo terlebih dahulu saling berbincang dengan rekan di atas panggung, maupun dengan penonton yang hadir.

Misalnya ketika lagu Condet hendak dibawakan Dita, vokalis Mr. Jack, memulai obrolan tentang situasi Condet yang tertuang di dalam lagu tersebut. Dari obrolan singkat itu, ada gambaran tentang alam Condet yang tergerus oleh teknologi. Dita juga mengaitkan lirik lagu Condet dengan kondisi di Kota Surabaya saat ini.

Teater ABC pun tak ketinggalan menggambarkan lirik lagu yang dinyanyikan lewat gerakan teatrikal mereka selama alunan musik mengalir. Sebagai penutup acara, para pengisi acara mengajak seluruh penonton menyanyikan lagu bertemakan Kota Surabaya.

Mugix Adam, salah satu personel Mr. Jack, mengatakan ia sangat bangga telah diberikan kesempatan untuk bermain di acara tersebut. “Ya saya bangga bisa diberikat tempat untuk bermain. Sebagai masyarakat Surabaya, saya merasa diberikan tempat,” tuturnya.

Sedangkan untuk masa depan, Mugix berharap musik tradisional bisa lebih mendapat tempat di hati masyarakat. Ia sendiri berencana menggabungkan berbagai alat musik tradisisonal dalam pertunjukan yang akan digarapnya ke depan.

naskah dan foto : jonif lintang