Setelah lima tahun berjalan, Gunung Kelud memasuki fase barunya. Tak lagi berdiri dengan pesona danau kawah, tapi dengan atribut barunya, gunung api termuda di dunia. Fenomena alam yang jarang ditemui ini, ternyata jadi daya tarik luar biasa bagi wisatawan yang mampir ke Kediri.

Tak hanya wisatawan dari dalam negeri, tapi juga dari luar negeri. Seperti wisatawan asal negara-negara di Asia, hingga Australia dan Perancis. “Beberapa kali kami mendengar, mereka datang untuk melihat dari dekat, fenomena kubah lava yang kini populer dengan sebutan gunung api termuda di dunia,” ungkap Nadlirin, sumber EastJava Traveler di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri.

Lanjut dia, hingga kini pihaknya masih terus melakukan kajian, apakah fenomena ini memberi kontribusi signifikan bagi naiknya jumlah kunjungan wisatawan dalam dua tahun terakhir. “Hingga September 2012, kenaikan jumlah pengunjung mencapai 142 persen jika dibanding jumlah pengunjung tahun 2011. Tapi kami tak ingin burur-buru mengatakan bahwa naiknya jumlah pengunjung ini karena fenomen kubah lava atau bukan,” paparnya.

Yang pasti, dari data yang ada, jumlah pengunjung memang naik. Di hai biasa misanya, jumlah pengunjung di kisaran 200-300 orang. Sementara di hari Sabtu, jumlah pengunjung mencapai 600-700 orang. Dan hari Minggu, angka ini membengkak hingga 1300 pengunjung. “Lebaran kemarin, kami hitung dalam kurun waktu satu minggu, jumlah pengunjung total 75 ribu orang,” kata Nadlirin lagi.

Untuk melengkapi fasilitas Kelud sebagai aset wisata di Kabupaten Kediri, kini Pemkab sudah menyiapkan flying fox, gedung cinema dan museum, dan angkutan umum PP dari gerbang utama Kawasan Wisata Kelud – Kawasan Parkir Gunung Kelud. Dalam waktu dekat, Pemkab akan membangun kolam renang air panas dan akses ke lahan parkir baru di dekat kolam renang.

naskah dan foto : hendro d. laksono