“SESUNGGUHNYA aku ini takut kepada Allah. Takuuut kepada Allah. Takuuut takuut kepada Allah,” ucap tokoh Iblis. Pengakuan yang sangat mendasar itu menjadi bantahan Iblis yang selama ini selalu dicap sebagai tokoh jahat, raja kegelapan dan saingan Tuhan.

“Tolong bedakan Iblis dengan Setan. Iblis itu makhluk pemula ciptaan Tuhan, sebelum para malaikat yang lain. Sedang setan itu adalah gelombang enerji negatif yang muncul dalam diri manusia. Iblis seratus persen berada di dalam dan di bawah susunan kekuasaan Tuhan!”

Diatas tadi merupakan penggalan dialog Smarabhumi (diperankan oleh Joko Kamto) yang ada repertoar ‘Tikungan Iblis’ karya budayawan Emha Ainun Nadjib. Rencana repertoar `Tikungan Iblis’ akan dimainkan Teater Dinasti bersama Komunitas KiaiKanjeng pada 19 November 2008 di Gramedia Expo, Jl Basuki Rahmad 93, Surabaya.

Pementasan `Tikungan Iblis’ ini merupakan kebahagiaan keluarga Teater Dinasti setalah sekian waktu ini vakum cukup lama dari gelangan perteateran di kota Yogya. Penyutradaraan pementasan ini digarap Fajar Suharno dan Jujuk Prabowo.

Musik digarap Robiet Santosa dan Kiai Kanjeng. Didukung para aktor yaitu Joko Kamto, Novi Budianto, Tertib Suratno, Jemek Supardi, Eko Winardi, Cithut DH, Seteng, Bambang Susiawan, Untung Basuki dan puluhan aktor muda lainnya.

Penata multi media yaitu Ipung Wai Ming. Mereka didampingi kontributor gagasan dari aktivis LSM Fauzie Ridjal dan Toto Rahardjo.

Pementasan ini akan digelar di beberapa kota, dan Yogya merupakan kesempatan perdana repertoar ini digelar. Pentas di Yogya kali ini merupakan terselanggara atas kerjasama Komunitas Bangbang Wetan. Bagi Emha, pementasan ini merupakan wujud kebahagiaan Keluarga Besar Dinasti dan Kiai Kanjeng.

“Kebahagiaan persaudaraan merupakan nilai yang paling tinggi, di samping pencapaian kreativitas. Saya merasakan, kini untuk saling mencintai makin lenyap dari kehidupan bangsa kita. Yang ada lebih banyak prasangka, bahkan kebencian. Saya kok yakin, kesenian dapat menjadi media efektif untuk menyuburkan semangat mencintai antar sesama manusia,” kata Emha.

“Selama ini Iblis selalu jadi kambing hitam manusia dalam kesalahan. Padahal manusia berbuat jahat didorong oleh nafsunya sendiri yang mewujud dalam godaan yang diistilahkan ‘bisikan setan’,” kata Emha.

info lengkap hubungi 031-72151221
foto : jemeksupardi.multiply.com