Keberadaan bangunan tempat ibadah bagi umat muslim satu ini sudah tidak asing lagi. Setiap perjalanan ke arah selatan Jawa Timur, dengan jalur Surabaya-Malang kita akan menjumpainya di sisi barat Jalan Raya Pandaan, Pasuruan.

Masyarakat, biasa mengenalnya dengan nama Masjid Muhammad Cheng Hoo, Pandaan. Tempat ibadah sangat representatif. Tidak sekadar sebagai tempat ibadah, melainkan juga untuk tempat istirahat sejenak di perjalanan, karena lahan parkirnya yang lapang dan tempatnya yang nyaman, serta berdekatan dengan pasar buah Pandaan.

“Masyarakat yang melakukan perjalanan wisata ke Tretes, Prigen atau ke Batu, Malang hampir dipastikan selalu menambah jadwal perjalanannya untuk sekadar mampir ke Masjid Muhammad Cheng Hoo ini. Mereka biasanya melaksanakan shalat di sini, istirahat, sekaligus berwisata sejarah,” ujar Sukarman, salah seorang Takmir Masjid Muhammad Cheng Hoo pada EastJava Traveler.

Tak salah, jika Masjid Muhammad Cheng Hoo sangat digemari pendatang selain lokasinya yang mudah dijangkau, juga karena keunikan arsitektur tempat ibadah umat Islam tersebut yang bergaya arsitektur Tiongkok. Atau dengan penjelasan lain, gaya arsitektur Masjid Muhammad Cheng Hoo di Pandaan ini sama halnya dengan Masjid Cheng Hoo di Surabaya, yang keberadaannya telah lebih dulu menjadi ikon pariwisata. Lantai dasar Masjid Cheng Hoo Pandaan digunakan untuk ruang pertemuan yang disewakan, namun bagi jamaah yang ingin tidur sejenak dipersilahkan di ruang tersebut.

Yakni dibangun dengan memadukan unsur-unsur budaya Islam, budaya Jawa dan gaya Tionghoa yang terlihat dari sentuhan warna-warna terang seperti hijau, kuning dan merah. Sementara di sisi lain perpaduan budaya Jawa dan Islam ada pada atap Joglo, dan juga pada ornamen-ornamen yang terlihat pada tepian atap.

Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan mulai dibangun tahun 2003 dengan luas bangunan 50 x 50 meter, dengan dua lantai. Dan, diresmikan pada tanggal 27 Juni 2008 oleh Bupati Pasuruan yang pada saat itu dijabat oleh H. Jusbakir Aldjufri, SH. MM. Kedepannya juga, Pemerintah Kabupaten Pasuruan akan terus mengembangkan fasilitas penunjang di kawasan masjid ini.

naskah: m. ridlo’i | foto: farid rusly