Beraneka Ragam Usaha Kecil Menengah (UKM) kini tumbuh bersaing di Jawa Timur. Baik dari barang bekas maupun bahan olahan setengah jadi. Melihat potensi tersebut, PT Semen Gresik (Persero) Tbk yang notabene perusahaan semen terbesar di Indonesia  mempunyai program kemitraan dan bina lingkungan terhadap UKM yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.

Pembinaan terhadap UKM merupakan langkah cerdas untuk memberdayakan masyarakat yang mandiri. Sampai April 2011 ini, Semen Gresik telah membina sebanyak 11.771 UKM, baik aktif maupun tak aktif yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia, diantaranya, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kalimantan. Di Jawa Timur sendiri, adalah jumlah terbanyak dari UKM yang dibina Semen Gresik (SG), yakni  11.677 UKM.

Jumlah tersebut disampaikan oleh Kabag Humas PT Semen Gresik, Herry Subagio saat menjamu kunjungan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya di Auditorium SG, Kota Gresik, (14/05). Dalam kunjungan tersebut, Herry Subagio juga mengajak untuk meninjau langsung UKM binaan Semen Gresik yang tersebar di Kabupaten Gresik dan Lamongan.

Di Gresik, tepatnya di Dusun pelem watu, Kecamatan Menganti, terdapat usaha menengah berupa pembuatan mesin perontok padi, kedelai dan jagung, serta mesin perontok bulu ayam. UKM hasil binaan SG selama 8 tahun ini kini telah mempunyai 40 pekerja dan mampu meraup keuntungan puluhan juta perbulan. Ichwan Ali, pemilik UKM, mengatakan kalau usahanya kini telah mulai menjamah pasar daerah, produknya banyak diminati di Kota besar.

“Saya mulai usaha sejak 15 tahun lalu, adanya bantuan program bina mitra dari Semen Gresik dirasakan tepat bagi para pelaku UKM kelas menengah ke bawah,“ ungkap Ali kepada eastjavatraveler.com di rumahnya.

Tak hanya di sektor industri, Semen Gresik juga membina UKM yang bergerak di sektor perdagangan, peternakan dan jasa. Program yang dilakukan Semen Gresik merupakan kiat yang baik untuk memberdayakan masyarakat, khususnya di desa, guna mengatasi perekonomian Negara yang semakin lemah. Setidaknya, hal tersebut dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat desa.

naskah/foto:frannoto