Dalam fotografi, kamera, flash, tripod, dan lain-lain, memang jadi variabel yang cukup penting. Tapi menurut Mamuk Ismuntoro, salah satu pembicara di Workshop Foto Matanesia “Street Photography” yang digelar di Ruang Workshop Hi-Tech Mall Surabaya pagi (22/8) ini, alat bukanlah yang terpenting.

“Ada banyak variabel lain,” tegasnya. Seperti momentum dan skill. Di luar itu, redaktur foto Surabaya Post ini juga menggarisbawahi sisi kesabaran. “Kesabaran merupakan syarat utama fotografi jalanan. Menunggu momen, kombinasi pencahayaan, dan sudut yang tepat,” paparnya.

Melengkapi pernyataan ini, M. Subechi, fotografer Jawa Pos, juga mengingatkan perlunya membangun kepekaan di dalam hati dan pikiran fotografer. “Dan untuk mencapai itu butuh proses,” katanya.

Workshop Matanesia “Street Photography” bulan Agustus 2009 ini, diikuti sekitar 40 peserta yang berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan hobiis fotografi. Didukung Hi-Tech Mall, Majalah e-LIFE, Majalah EastJava Traveler, Muffinews.com, dan TELKOMSEL, workshop ini dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama materi ruang, sesi dua hunting foto, dan sesi tiga, photo review. Di akhir acara nanti, dua pembicara akan memilih dua foto terbaik. Dan untuk itu, masing-masing fotografer akan mendapat hadiah menarik dari sponsor.

“Kami berharap, ini akan jadi salah satu acara rutin yang memperkaya dunia fotografi, khususnya di Surabaya,” kata Hendro D. Laksono, Direktur Operasional Matanesia. Di masa mendatang, lanjutnya, Matanesia akan terus menggelar beberapa event, baik workshop, photo contest, atau yang lain. “Rasanya Surabaya memiliki peluang luar biasa di sana,” tegas Hendro. (***)