Kualitas karya fotografi, sebenarnya tak melulu berbanding lurus dengan kualitas kamera. Berbekal kamera seadanya, seseorang bahkan bisa membuat karya foto yang luar biasa. Pengalaman inilah yang disuguhkan Mamuk Ismuntoro dan Becky Subechi, keduanya pembicara dalam Workshop Matanesia bertema Corporate Communications Photography di Resto Dewa-Ndaru, Jl Mayjen Sungono, Surabaya, Sabtu (7/8) lalu.

Di depan 22 peserta workshop, Mamuk sempat memberi contoh karya-karya fotonya yang justru lahir dari hasil bidikan kamera ponsel. “Asal kita paham komposisi dan peka pada pencahayaan, ada potensi besar bagi munculnya foto bagus,” kata pendiri Matanesia Pictures ini. Apalagi, lanjut dia, ada obyek yang memang bagus. “Sehingga pesan yang muncul jadi istimewa,” tukasnya.

Workshop ini, lebih jauh memaparkan beragam tips dan tricks yang bisa digunakan para praktisi public relations, marketing communications, dan fotografer. “Sebagian besar karya foto yang bagus lahir dipengaruhi orang dibalik kamera. Bukan kameranya,” kata Becky Subechi, fotografer Jawa Pos. Dalam beberapa kesempatan, lanjutnya, ia justru tak sempat mengabadikan momen pendek dengan kamera SLR-nya. “Yang kepegang kamera ponsel. Ya sudah, pakai itu saja,” katanya.

Dalam workshop yang didukung Resto Dewa-Ndaru dan Telkomsel ini, peserta selain diajak berdiskusi dasar-dasar fotografi, juga diajak praktek memotret di lokasi workshop. Kebetulan resto yang digunakan sebagai ajang workshop kaya dengan objek foto yang menawan. “Wah, motretnya gak perlu jauh-jauh. Restonya bagus,” kata salah satu peserta.

naskah dan foto : bobi, matanesia