Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur (PJ. Sekdaprov Jatim) Wahid Wahyudi secara resmi membuka gelaran Youth Moslem Fashion Style (YMFS) 2022 di Taman Krida Budaya Jatim Jalan Soekarno Hatta No. 7 Malang, Sabtu (5/3) malam.

Dalam sambutannya, Wahid panggilan akrab Pj. Sekdaprov Jatim itu menilai gelaran tersebut dapat membangkitkan semangat para pelaku usaha di bidang fashion untuk kembali berkarya, dan memproduksi produk-produk fashion. Sehingga mereka dapat berperan dalam membangun kembali perekonomian Jawa Timur, khususnya dari bidang fashion dan garmen.

“Ini adalah untuk menggugah, membangkitkan semangat bagi pelaku faahion, desainer. Apalagi karena Indonesia merupakan Negara Islam terbesar dunia, maka seharusnya kita ini memiliki potensi sebagai pengekspor fashion muslim dunia,” sebutnya.

Wahid menjelaskan, bidang fashion muslim memiliki pangsa pasar yang besar. Hal itu disebabkan karena Indonesia merupakan negara Islam terbesar di dunia. Di Jawa Timur saja, misalnya, terdapat pangsa pasar yang cukup besar. Apalagi jika bisa merambah pasar nasional atau bahkan internasional.

“Diantara 57 negara-negara anggota OKI, Organisasi Kerjasama Negara-Negara Islam memproyeksikan bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar di antara negara-negara OKI sebagai pengekspor fashion muslim,” jelasnya.

Lebih lanjut Wahid menjelaskan bahwa saat ini kontribusi Indonesia terhadap sektor fashion muslim dunia hanya berkisar 4% saja. Ke depan ia berharap Indonesia akan mampu menjadi negara eksportir fashion muslim dunia.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Jatim menegaskan, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar dunia, Indonesia akan mampu membalik keadaan menjadi negara pengekspor produk-produk halal, termasuk fashion muslim dunia. Pasalnya, saat ini Indonesia merupakan negara pengimpor makanan dan minuman halal dunia.

“Ke depan kami berharap Indonesia itu bisa menjadi pengekspor produk-produk halal termasuk juga pengekspor fashion muslim dunia,” tuturnya.

Harapan tersebut, lanjutnya, dapat diawali dari geliat bisnis fashion muslim di Jawa Timur. Dan itu bisa dimulai dari gelaran YMFS 2022 kali ini. Bagaimana gelaran ini bisa menjadi awal dari bangkitnya kembali dunia fashion di Jawa Timur.

“Ini adalah event kecil dan semoga bisa menjadi percontohan untuk menggairahkan para desainer, menggairahkan pengembangan produk-produk fashion muslim dari negara kita,” pungkasnya.

“Saya memberikan apresiasi kepada Pak sinarto, selaku Kepala Disbudpar Provinsi Jawa Timur yang pada malam hari ini menyelenggarakan Youth Moslem Fashion Style ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Sinarto mengatakan gelaran YMSF ini bertujuan untuk memberikan kontribusi terhadap produk busana muslim Jatim agar semakin berkembang dan bersaing di industri fashion nasional. Karena menurutnya Indonesia nantinya akan menjadi pusat mode muslim terbesar di dunia.

“Harapan saya kaum milenial bisa mengenakan busana muslim tidak hanya sebagai kebutuhan tetapi nyaman dipakai, trendi dan fashionable, saya juga berharap akan muncul desainer-desainer muda busana muslim di Jawa Timur,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama juga diberikan penghargaan untuk desainer produktif Jawa Timur, desainer produktif daur ulang, senior desainer produktif, siswa tata busana, perguruan tinggi tata busana, junior desainer dan desainer kids wear.

Nampak hadir Asisten I Sekda Prov. Jatim, Ka. Bappeda Jatim, Ka. BKD Jatim, Ka. Dinkop dan UKM Jatim, Ka. Disperindag Jatim, Ka. Dishub Jatim, Ka. ESDM Jatim, Ka. Dis PK, KP, dan CK Jatim, Ka. Biro Hukum Setda Jatim.